Tdk tiba2 Gus Dur menjadi luar biasa, disamping darah pejuang mengalir pada beliau, beliau juga seorg yg kuat menjalankan laku2 ritual kebatinan....
Usahanya yg keras mengantarkan beliau menjadi sosok yg mengagumkan....
Begini sebagian kecil kisahnya....
Tentu ada maksudnya bahwa Gus Dur dipondokkan di Tegalrejo, Magelang. Entah apakah itu gagasan Nyai Sholihah Wahid, ibundanya sendiri, atau ada sesepuh yang mengarahkan. Yang jelas, alih-alih mengajari pengetahuan dari kitab-kitab, Mbah Kyai Khudlori, pengasuh Tegalrejo, justru lebih banyak menuntun Gus Dur melakoni macam-macam laku tirakat.Mutih, ngrowot, beserta segalawirid, dibebankan sambung-menyambung, sampai-sampai Gus Dur kurang gizi. Gatal dan gudikjangan tanya lagi.
Tapi, bagi Gus Dur, Tegalrejo tidaklah seluruhnya tentang tirakat. Tengah malam, Gus Dur tak bisa tidur karena lapar. Seorang teman sesama lapar menemani ngobrol hingga kehabisan bahan. Tiba-tiba, bagaikan wahyu yang dibawa Jibril sendiri, sebuah gagasan membetik di benak Gus Dur. Gagasan itu berkaitan dengan kolam ikan milik Mbah Khudlori, di belakang pondok. Dan tak perlu membujuk-bujuk untuk membuat temannya setuju dengan gagasan itu. Perut mereka lebih bisa dipercaya ketimbang kata-kata.
Teruskan sendiri ya ceritanya....
Komentar
Posting Komentar